JKN Mobile, Solusi Autodebit Iuran BPJS-KIS dari Finnet dan BPJS Kesehatan

Jakarta (29/4) – Semangat PT Finnet Indonesia (Finnet) untuk mendigitalkan Indonesia begitu konsisten, kali ini Finnet bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk mengembangkan aplikasi pembayaran iuran JKN-KIS secara auto debit melalui aplikasi JKN Mobile milik BPJS Kesehatan. Bertempat di Kantor Pusat BPJS Kesehatan kegiatan tersebut dihadiri Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso, Direktur Teknologi dan Informasi Wahyuddin Bagenda, Direktur Utama Finnet Bona L Parapat dan Direktur Business & Marketing Finnet Syaiful Rahim.

Imam Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi JKN Mobile diciptakan untuk mempermudah masyarakat yang tidak memiliki rekening Bank atau didaerahnya tak ada layanan perbankan. “Peserta JKN_KIS tidak perlu repot untuk datang ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan maupun bank untuk mendaftarkan autodebet iuarannya, peserta dapat mendaftarkan autodebet iurannya melalui uang elektronik Mobile Cash dari Finnet.” tutur Imam.


Sejak 2018 lalu, BPJS Kesehatan telah mengembangkan pembayaran iuran melalui metode autodebit konvensional melalui perbankan yang bekerja sama dengan empat bank mitra yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA. BPJS Kesehatan juga memberlakukan kewajiban bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dan peserta Bukan Pekerja untuk melakukan pembayaran dengan metode autodebit. “Pengembangan metode pembayaran ini, selain memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembayaran iuran, juga menjawab perkembangan digitalisasi industri keuangan," ucap Kemal.

Dikesempatan yang sama Direktur Utama Finnet Bona L Parapat menyampaikan kerjasama ini akan memudahkan nasabah non bank BPJS Kesehatan, “seperti yang kita ketahui dipelosok-pelosok Indonesia masih ada orang yang terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan dan kesulitan untuk membayar iuran. Finnet melalui produk MC disini memberikan solusinya, kalau mau topup bisa di Kantor POS atau di Alfmart. Mudahkan untuk menemukan POS dan Alfa bahkan di ujung-ujung Indonesia.” jelas Bona.