Kunjungan Bisnis Direktur Utama Finnet ke-3 Negara Penghasil Revenue

Direktur Utama Finnet Bona L Parapat melakukan kunjungan ke mitra-mitra internasional, ada 3 negara yang menjadi tujuannya yaitu Korea Selatan, Taiwan dan Hongkong. Bertolak dari Indonesia tanggal 21 Oktober, perjalanan kali ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi dan menggali opportunity pengembangan bisnis baru dengan para mitra Finnet di luar negeri. “Kami sengaja meluangkan waktu untuk mengunjungi mitra-mitra strategis kami di tiap-tiap negara tujuannya agar selalu dekat dengan mereka, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.” jelas sosok yang akrab di sapa BP. 

Korea Selatan menjadi negara pertama yang dikunjungi tim Finnet (22/10). Bersama SVP Fintech New Digital Business Ruby H W, BP langsung menuju kantor UBPay, disana mereka disambut oleh CEO UBPay Kyung Yang Park. Dalam lawatannya BP melakukan berbagai diskusi dan sharing informasi tentang pengetahuan dan bisnis yang digeluti UBPay Academy untuk implementasi di Indonesia. Seperti gayung bersambut, Kyung Yang Park menawarkan pemanfaatan platform UB Platform sebagai sharing platform yang dapat digunakan untuk bertransaksi pembayaran berbasis mobile payment dengan konsep user centric sebagai Hub. Disamping itu UBPay siap menggelar solusi cash out machine yang ditargetkan dapat digunakan oleh masyarakat melalui kerjasama Finnet dengan BPR-BPR di Indonesia sebagai tahap awal. “Finnet siap mendukung dalam implementasi sharing platform dan operasional UB Platform di Indonesia sebagai solusi untuk mengembangkan sistem pembayaran digital di Indonesia.” sambut BP.

Di hari berikutnya, Direktur Utama Finnet Bona L Parapat, SVP Fintech New Digital Business Ruby H. W. bersama VP Sales Segment 2 Finnet Yolans Papasi mengunjungi Hanpass Remittance disambut oleh Director Hanpass Remittance Alex Kim dan Business Development Global Eunhye Ju. Di pertemuan tersebut, Alex Kim menyampaikan ketatnya persaingan remittance di Korea Selatan, “Untuk meningkatkan awareness kami menggandeng influencer-influencer salah satunya Yani KIM yang sudah terkenal dikalangan PMI (Pekerja Migran Indonesia)” tutur Kim.

Senada dengan Alex Kim, BP menawarkan scaling bisnis untuk Hanpass Remittance yaitu penambahan service layanan Cash to eMoney (Tcash), Cash to Cash POS dan Multipayment Service. “Kami punya usulan program marketing dari Finnet untuk meningkatkan transaksi dan loyalitas pelanggan Hanpass.” Usul BP. Selain inisiasi yang ditawarkan, saat ini Finnet, Hanpass dan BTN telah melakukan program marketing cash back free biaya admin yang  dikirimkan langsung ke rekening pelanggan Hanpass. Sebagai informasi, Finnet telah bekerjasama bisnis remittance dengan Hanpass sejak 16 Januari 2018 dan sampai September kemarin telah membukukan nominal transaksi Rp.36M.

Negara berikutnya adalah Taiwan (25/10), disana rombongan Finnet didampingi CEO Telin Taiwan  Kurnia Mareza dan VP Marketing & Sales Telin Taiwan Kartia Rausen menuju EMQ Remittance disambut oleh Director EMQ Jhon Kang, Senior Manager EMQ Sara Ko dan Business Development EMQ Iona Salim. Ada 3 agenda yang disasar Manajemen Finnet disana, yang pertama silahturahmi sekaligus perkenalan Manajemen, lalu scaling bisnis dengan usulan fasilitas plafon oleh EMQ dan penambahan outgoing outbond dari Indonesia ke China atau dari koridor Finnet lainnya dengan negara tujuan non Indonesia melalui EMQ sebagai switching. Agenda terakhir adalah penambahan service layanan Cash to eMoney (Tcash), Cash to Cash POS dan Multipayment Service.

“Selain terkoneksi dengan sistem Tcash Finnet juga memiliki beberapa lini produk seperti eWallet, eMoney, co-branding, whitelabel. Saat ini sudah lebih dari 200 biller dan channel di Indonesia telah terkoneksi dengan Finnet” papar BP. “Kami berharap transaksi dari EMQ dapat terus tumbuh dengan pesat dan kami juga tidak akan segan-segan untuk selalu mensupport EMQ dengan segala kapabilitas yang kami miliki.” tambahnya di penghujung kunjungan di EMQ Taiwan.

Di tanggal 27 Oktober rombongan Finnet melanjutkan perjalanan ke Hongkong, di sana rombongan langsung menuju mitra bisnis Remittance Finnet Warung Chandra dan disambut CEO Warung Chandra  Thjin Wahyudi Chandra dan COO Warung Chandra Bekti Dwi Wahyuni. Finnet dengan Warung Chandra telah menjalin kerjasama sejak 15 September 2013 dan dari Januari 2018 sampai September telah membukukan Rp.1.462M amount yang dikirimkan ke Indonesia. Selain silahturahmi dan scaling bisnis, kunjungan ke Hongkong sedikit berbeda karena ada penandatanganan MoU Kerjasama Multipayment International dan penyerahan reward kepada 11 orang dengan klasifikasi Best Operator dengan transaksi tertinggi, Operator dengan growth transaksi tertinggi, Operator baru dengan transaksi terbanyak, Supervisor & Managing untuk Chandra Loket, Supervisor & Managing untuk Chandra Mobile dan Best Chandra Mobile untuk wet market.

“Menjalin komunikasi yang baik dengan para mitra merupakan hal yang mutlak, karena yang kita tahu mitra itu bukan sekedar revenue generator bagi kita. Mereka juga teman, sahabat bahkan saudara kita juga. Oleh sebab itu perjalanan kami yang singkat ini menjadi penghilang jarak antara Finnet dengan mitra-mitranya” papar BP. “Kedepannya kita akan terus me-retain mitra-mitra kita, lebih peka akan kebutuhan mereka dan siap mensolusikannya. Saya yakin Finnet bisa mewujudkan Visinya yaitu menjadi penyelenggara layanan sistem pembayaran elektronik yang terkemuka di Indonesia dan berskala global” tutupnya.