Finnet Meningkatkan Layanan Dengan Memigrasikan Data Center

Jakarta – PCI-DSS merupakan sertifikasi yang menjaminkan kepercayaan pelanggan dalam bisnis financial transaction. Salah satu persyaratannya adalah keamanan, perangkat Data Center dan fasilitasnya.

Hal tersebut yang mendorong Direktur Utama Finnet Indonesia Niam Dzikri di dampingi Direktur Business & Marketing (sekaligus PLT Direktur Operation & Innovation) Syaiful Rahim, Direktur Finance & Business Support Abdul Hadi dan Jajaran Senior Leader Finnet pada hari Rabu (4/10) mengadakan migrasi Data Center STO Karet Tengsin ke Data Center German Center Serpong (BSD). Bertempat di STO Karet Tengsin rombongan memulai kegiatannya dengan melihat lokasi dan perangkat Data Center yang existing.

Niam Dzikri mengatakan migrasi ini merupakan bentuk konsistensi Finnet untuk menjaga layanannya dan memenuhi persyaratan sertifikasi PCI-DSS, “Data Center ini sudah kita gunakan sejak 2006, sekarang sudah 11 tahun dan perlu adanya peremajaan. Kita memindahkan Data Center dari sini ke BSD sertamerta untuk mendukung transaksi yang semakin meningkat dan persyaratan sertifikasi PCI-DSS.” jelas Niam. “Prosesnya dimulai pada minggu ke-3 Agustus 2017 kita cicil dari memigrasikan Finpay, ESB, WCA dan network EDC. Kemudian di minggu pertama September migrasikan HSM dan terakhir di minggu ke-3 September dimigrasikan aplikasi rekonsiliasi, EDX dan mail server.” tambahnya.

Deaktivasi layanan Data Center STO Karet Tengsin dilakukan secara administratif ke Telkom. Sejumlah layanan yang dilakukan deaktivasi antara lain Telkom Manage Network, Telkom Sarpen, 8 Link Telkom Metro-e total 60 Mbps, 2 link Telkom Astinet total 12 Mbps, 3 link Telkom VPN IP total 3 Mbps dan 1 link VPN Gold 512 kbps.

Di akhir kegiatan Direktur Utama Finnet memberikan cendera mata bentuk terimakasih kepada 6 orang yang telah menjadi pendamping selama 11 tahun di STO Karet Tengsin.